!!MENERIMA ****SERVICE KOMPUTER**** DAN SERTA PASANG JARINGAN LAN**** INTERNET****WIRELESS (wifi)****MAINTENANCE**** BAIK WARNET ATAUPUN KANTOR ATAUPUN RUMAH HUBUNGI 0856-1092404 atau 021-85326151 DENGAN HASIM SUBNI Petukangan Utara Pesanggrahan JAKARTA SELATAN

TUTORIAL MENGATASI BS " BAD SECTOR"

Thursday, December 23, 2010
Kali blog tuturial akan menyajikan cara reraparasi hardisk yang BS "Bad Sector" bagi anda para pemula pasti mendengar kata sama dengan rumus ini (Hardisk bad sector = Buang ganti yang baru), hahah itu mungkin pemikiran bagi orang yang punya uang banyak.. tapi tidak saya yang seorang mahasiswa dan uang pas-pasan... hehe tapi boleh kapan2 pake rumus diatas jika saya udah kaya.. heheh oke langsung aja ini dia

tentang bad sector dan sekitarnya Tool yang umum digunakan untuk memperbaiki bad sector yang logical :

1. MHDD (www.hddguru.com) atau HDDScan
2. Victoria (http://www.hdd-911.com/index.php?opt...art=0&limit=15)
3. THDD
4. HDDL
5. PCHDD
6. HDD Repair Utility

Tool 1,2,3 merupakan standard tools (dalam artian tidak langsung menyentuh area firmware) - Semua tool ini ada di CD Hiren 9.0 cuma versinya tertinggal
Tool 4,5,6 merupakan service tools (dalam artian langsung menyentuh area firmware)

Pada prinsipnya, memang semua hard disk yang dijual sudah memiliki bad sector sejak produksi dari pabrik. Tabel kerusakan sector yang rusak ini dimasukkan dalam tabel P-List (Primary Defect List)

nah, untuk memudahkan user dalam penggunaan (mengingat bad sector akan terbentuk juga saat penggunaan sehari-hari), maka disiapkan satu tabel tambahan yaitu G-List (Grown Defect List) yang disediakan oleh pabrik untuk menampung tabel kerusakan sector saat penggunaan.

Secara konsep, P-List dan G-List dapat digabungkan (sehingga dengan sendirinya bad sector dianggap tidak ada), namun untuk memasukkan G-List ke P-List, dibutuhkan special ATA Command agar hard disk dapat mengerti apa yang harus ditambahkan ke tabel tsb.

Selain menggunakan ATA command, tersedia juga beberapa hardware (tidak dijual bebas) untuk mengakses system area hard disk agar dapat menggabungkan G-List dan P-List.

Tool/software yang saya sebutkan di post Z#1 di atas merupakan sebagian dari tool yang memiliki kemampuan melakukan manipulasi/modifikasi terhadap P-List dan G-List (item 4,5,6), namu8n diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai struktur SA hard disk sebelum dapat melakukan manipulasi/modifikaasi tersebut agar tidak menyebabkan kesalahan yang malah memperparah kondisi hard disk.

Pengetahuan tentang ATA command sangat tertutup dan beredar di kalangan produsen hard disk dan teknisi spesialis hard disk.

Sebagian command yang bersifat umum dan universal (bukan merupakan special vendor ATA command) dapat anda temukan di situs http://www.t13.org (untuk IDE dan SATA) dan http://www.t10.org (untuk SCSI)

Apa yang dimaksud dengan area firmware/service area/SA ?

SA merupakan bagian khusus dari sector di piringan (platter) hard disk yang menyimpan informasi konfigurasi secara physical (jumlah C,H,S = Cylinder, Head dan Sector). Secara default, konfigurasi HDD modern ialah
Cylinder = 16383
Head = 16
Sector = 63

Informasi ini direkam dalam beberapa kode mikro program yang disebut modules. Didalam salah satu modules ini terdapat informasi mengenai tabel kerusakan SMART (Reallocation Sector Count, Ultra DMA CRC error, Spin retry count, dll).

Bad sector soft (logical) merupakan bad yang secara prinsip masih dapat diperbaiki dengan menggunakan tool yang disebutkan di atas.

Untuk MHDD :

1. Pertama, boot PC (tanpa HDD) untuk mengubah setting HDD di BIOS. Dalam artian HDD yg bermasalah jangan didetek di BIOS (set IDE detection ke "None" di BIOS)
2. HDD yang bermasalah harus dipasang di PC sebagai Primary Master. Boot PC dengan MHDD. Pilih HDD yang muncul pada saat MHDD mulai.
3. JIKA TERJADI ERROR SAAT BOOT DAN MHDD tidak loading : shutdown lagi PC anda, lepas kabel power HDD yg bermasalah dan boot lagi. Setelah boot berhasil, pasang kabel power HDD anda.
4. Tekan Shift+F2 untuk meng-initiate HDD anda yg bermasalah. Model dan firmware akan muncul di MHDD
5. Setelah MHDD mengenali type HDD anda dengan tepat, tekan tombol F4 dua kali untuk mulai menganalisa sector HDD tsb.
6. Jika proses scanning terganggu oleh informasi adanya bad sector dengan kode UNC, AMNF atau lainnya, anda dapat melewati area tersebut dengan menekan tombol panah kanan (->).
7. Informasi adanya bad sector pada area tertentu akan dicatat oleh MHDD pada file mhdd.log
8. Jika anda ingin mulai memperbaiki HDD ini, siapkan waktu luang yg cukup lama. Saya merekomendasikan proses ini dimulai pada malam hari saat akan tidur sehingga tidak menganggu aktifitas.

MHDD Manual

Penjelasan mengenai kode2 bad pada MHDD :
[FAQ] All about Hard Disk

Untuk menghapus kode bad sector dengan menggunakan MHDD, kita dapat menggunakan perintah "erase"

Pada prompt MHDD>, ketikkan perintan "ERASE" :

MHDD>erase
Start LBA = 0
End LBA = disesuaikan dengan informasi LBA maksimum yg tercantum pada bagian atas MHDD.


Untuk penggunaan MHDD pada USB box (external drive) :
Cara pakai MHDD untuk hardisk exsternal

Jika ingin memotong kapasitas HDD anda, anda menggunakan perintah HPA :
HPA (Host Protected Area) hanya bisa memotong LBA dari mulai 0 (null) sampai batas LBA terakhir sebelum ada kerusakan sector.

Jadi misalkan kita memiliki HDD 40 GB Maxtor dengan kapasitas asli LBA 80,293,248 dan memiliki sector yang rusak di area setelah 79,000,000, maka kita dapat memotongnya dengan perintah HPA :

MHDD>HPA
Enter new LBA : 69,999,999

Begitulah kurang lebih penjelasannya.

HPA tidak dapat digunakan kalau untuk memotong HDD dengan bad yang acak:

Misalnya HDD seperti contoh di atas juga, tapi dengan sector yang rusak di area 0-10,000 lalu berlanjut di 1,000,000-5,000,000 dan terakhir di 79,000,000 - 80,293,248.

Teknik pemotongan dengan kondisi seperti ini hanya mungkin menggunakan hardware HRT (HDD Repair Tools) PC 3000 LBA editor dan lainnya.
................................................ .................................................. ....

Foto-foto berikut merupakan contoh bad fisk (scratch) yang terjadi pada beberapa type HDD



FUJITSU MHT
Ini yang merupakan bad sector sesungguhnya (physical)



IBM AVVA Platter damage...

Kerusakan seperti ini jelas tidak akan dapat ditangani. Yang menarik, beberapa HDD tetap akan detek di BIOS tapi pada saat scanning mencapai area yang memang scratch, MHDD maupun software lainnya akan freeze atau minimal mengeluarkan kode (!) terus menerus.

Pada beberapa type HDD lainnya akan terdengar bunyi accoustic dari HDD (misalnya pada Maxtor Calypso 6Y080L0 dengan 2-3 head). Bunyi ini berasal dari head yang tidak dapat menemukan service area dan akhirnya mengirim sinyal dan menghasilkan bunyi yang melodi yang spesifik.

sumber : http://www.indowebster.web.id/ dan http://forum.chip.co.id

Load Balance menggunakan Metode PCC

Saturday, December 11, 2010
Kategori: Tips & Trik

Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.

Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.

Dengan artikel ini, kita akan membuktikan bahwa dalam penggunaan loadbalancing tidak seperti rumus matematika 512 + 256 = 768, akan tetapi 512 + 256 = 512 + 256, atau 512 + 256 = 256 + 256 + 256.

Pada artikel ini kami menggunakan RB433UAH dengan kondisi sebagai berikut :
1. Ether1 dan Ether2 terhubung pada ISP yang berbeda dengan besar bandwdith yang berbeda. ISP1 sebesar 512kbps dan ISP2 sebesar 256kbps.
2. Kita akan menggunakan web-proxy internal dan menggunakan openDNS.
3. Mikrotik RouterOS anda menggunakan versi 4.5 karena fitur PCC mulai dikenal pada versi 3.24.

Jika pada kondisi diatas berbeda dengan kondisi jaringan ditempat anda, maka konfigurasi yang akan kita jabarkan disini harus anda sesuaikan dengan konfigurasi untuk jaringan ditempat anda.

Konfigurasi Dasar

Berikut ini adalah Topologi Jaringan dan IP address yang akan kita gunakan



/ip address
add address=192.168.101.2/30 interface=ether1
add address=192.168.102.2/30 interface=ether2
add address=10.10.10.1/24 interface=wlan2
/ip dns
set allow-remote-requests=yes primary-dns=208.67.222.222 secondary-dns=208.67.220.220

Untuk koneksi client, kita menggunakan koneksi wireless pada wlan2 dengan range IP client 10.10.10.2 s/d 10.10.10.254 netmask 255.255.255.0, dimana IP 10.10.10.1 yang dipasangkan pada wlan2 berfungsi sebagai gateway dan dns server dari client. Jika anda menggunakan DNS dari salah satu isp anda, maka akan ada tambahan mangle yang akan kami berikan tanda tebal

Setelah pengkonfigurasian IP dan DNS sudah benar, kita harus memasangkan default route ke masing-masing IP gateway ISP kita agar router meneruskan semua trafik yang tidak terhubung padanya ke gateway tersebut. Disini kita menggunakan fitur check-gateway berguna jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokkan ke gateway lainnya.

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 distance=1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 distance=2 check-gateway=ping


Untuk pengaturan Access Point sehingga PC client dapat terhubung dengan wireless kita, kita menggunakan perintah

/interface wireless
set wlan2 mode=ap-bridge band=2.4ghz-b/g ssid=Mikrotik disabled=no


Agar pc client dapat melakukan koneksi ke internet, kita juga harus merubah IP privat client ke IP publik yang ada di interface publik kita yaitu ether1 dan ether2.

/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2


Sampai langkah ini, router dan pc client sudah dapat melakukan koneksi internet. Lakukan ping baik dari router ataupun pc client ke internet. Jika belum berhasil, cek sekali lagi konfigurasi anda.


Webproxy Internal

Pada routerboard tertentu, seperti RB450G, RB433AH, RB433UAH, RB800 dan RB1100 mempunyai expansion slot (USB, MicroSD, CompactFlash) untuk storage tambahan. Pada contoh berikut, kita akan menggunakan usb flashdisk yang dipasangkan pada slot USB. Untuk pertama kali pemasangan, storage tambahan ini akan terbaca statusnya invalid di /system store. Agar dapat digunakan sebagai media penyimpan cache, maka storage harus diformat dahulu dan diaktifkan Nantinya kita tinggal mengaktifkan webproxy dan set cache-on-disk=yes untuk menggunakan media storage kita. Jangan lupa untuk membelokkan trafik HTTP (tcp port 80) kedalam webproxy kita.

/store disk format-drive usb1

/store
add disk=usb1 name=cache-usb type=web-proxy
activate cache-usb

/ip proxy
set cache-on-disk=yes enabled=yes max-cache-size=200000KiB port=8080

/ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 in-interface=wlan2 action=redirect to-ports=8080




Pengaturan Mangle

Pada loadbalancing kali ini kita akan menggunakan fitur yang disebut PCC (Per Connection Classifier). Dengan PCC kita bisa mengelompokan trafik koneksi yang melalui atau keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan atau dst-port. Router akan mengingat-ingat jalur gateway yang dilewati diawal trafik koneksi, sehingga pada paket-paket selanjutnya yang masih berkaitan dengan koneksi awalnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama juga. Kelebihan dari PCC ini yang menjawab banyaknya keluhan sering putusnya koneksi pada teknik loadbalancing lainnya sebelum adanya PCC karena perpindahan gateway..
Sebelum membuat mangle loadbalance, untuk mencegah terjadinya loop routing pada trafik, maka semua trafik client yang menuju network yang terhubung langsung dengan router, harus kita bypass dari loadbalancing. Kita bisa membuat daftar IP yang masih dalam satu network router dan memasang mangle pertama kali sebagai berikut

/ip firewall address-list
add address=192.168.101.0/30 list=lokal
add address=192.168.102.0/30 list=lokal
add address=10.10.10.0/24 list=lokal

/ip firewall mangle
add action=accept chain=prerouting dst-address-list=lokal in-interface=wlan2 comment=”trafik lokal”
add action=accept chain=output dst-address-list=lokal


Pada kasus tertentu, trafik pertama bisa berasal dari Internet, seperti penggunaan remote winbox atau telnet dari internet dan sebagainya, oleh karena itu kita juga memerlukan mark-connection untuk menandai trafik tersebut agar trafik baliknya juga bisa melewati interface dimana trafik itu masuk

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether1 new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes comment=”trafik dari isp1”
add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether2 new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes comment=”trafik dari isp2”


Umumnya, sebuah ISP akan membatasi akses DNS servernya dari IP yang hanya dikenalnya, jadi jika anda menggunakan DNS dari salah satu ISP anda, anda harus menambahkan mangle agar trafik DNS tersebut melalui gateway ISP yang bersangkutan bukan melalui gateway ISP lainnya. Disini kami berikan mangle DNS ISP1 yang melalui gateway ISP1. Jika anda menggunakan publik DNS independent, seperti opendns, anda tidak memerlukan mangle dibawah ini.

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=output comment=dns dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=tcp comment=”trafik DNS citra.net.id”
add action=mark-connection chain=output dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-routing chain=output connection-mark=dns new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no


Karena kita menggunakan webproxy pada router, maka trafik yang perlu kita loadbalance ada 2 jenis. Yang pertama adalah trafik dari client menuju internet (non HTTP), dan trafik dari webproxy menuju internet. Agar lebih terstruktur dan mudah dalam pembacaannya, kita akan menggunakan custom-chain sebagai berikut :

/ip firewall mangle
add action=jump chain=prerouting comment=”lompat ke client-lb” connection-mark=no-mark in-interface=wlan2 jump-target=client-lb
add action=jump chain=output comment=”lompat ke lb-proxy” connection-mark=no-mark out-interface=!wlan2 jump-target=lb-proxy


Pada mangle diatas, untuk trafik loadbalance client pastikan parameter in-interface adalah interface yang terhubung dengan client, dan untuk trafik loadbalance webproxy, kita menggunakan chain output dengan parameter out-interface yang bukan terhubung ke interface client. Setelah custom chain untuk loadbalancing dibuat, kita bisa membuat mangle di custom chain tersebut sebagai berikut

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal loadbalancing klien”
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2
add action=return chain=client-lb comment=”akhir dari loadbalancing”

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal load balancing proxy”
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2
add action=return chain=lb-proxy comment=”akhir dari loadbalancing”


Untuk contoh diatas, pada loadbalancing client dan webproxy menggunakan parameter pemisahan trafik pcc yang sama, yaitu both-address, sehingga router akan mengingat-ingat berdasarkan src-address dan dst-address dari sebuah koneksi. Karena trafik ISP kita yang berbeda (512kbps dan 256kbps), kita membagi beban trafiknya menjadi 3 bagian. 2 bagian pertama akan melewati gateway ISP1, dan 1 bagian terakhir akan melewati gateway ISP2. Jika masing-masing trafik dari client dan proxy sudah ditandai, langkah berikutnya kita tinggal membuat mangle mark-route yang akan digunakan dalam proses routing nantinya

/ip firewall mangle
add action=jump chain=prerouting comment=”marking route client” connection-mark=!no-mark in-interface=wlan2 jump-target=route-client
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no
add action=return chain=route-client disabled=no

/ip firewall mangle
add action=mark-routing chain=output comment=”marking route proxy” connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 out-interface=!wlan2 passthrough=no
add action=mark-routing chain=output connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 out-interface=!wlan2 passthrough=no



Pengaturan Routing

Pengaturan mangle diatas tidak akan berguna jika anda belum membuat routing berdasar mark-route yang sudah kita buat. Disini kita juga akan membuat routing backup, sehingga apabila sebuah gateway terputus, maka semua koneksi akan melewati gateway yang masing terhubung

/ip route
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=1
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=2
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=1
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=2


Pengujian

Dari hasil pengujian kami, didapatkan sebagai berikut



Dari gambar terlihat, bahwa hanya dengan melakukan 1 file download (1 koneksi), kita hanya mendapatkan speed 56kBps (448kbps) karena pada saat itu melewati gateway ISP1, sedangkan jika kita mendownload file (membuka koneksi baru) lagi pada web lain, akan mendapatkan 30kBps (240kbps). Dari pengujian ini terlihat dapat disimpulkan bahwa

512kbps + 256kbps ≠ 768kbps

Catatan :

* Loadbalancing menggunakan teknik pcc ini akan berjalan efektif dan mendekati seimbang jika semakin banyak koneksi (dari client) yang terjadi.

* Gunakan ISP yang memiliki bandwith FIX bukan Share untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

* Load Balance menggunakan PCC ini bukan selamanya dan sepenuhnya sebuah solusi yang pasti berhasil baik di semua jenis network, karena proses penyeimbangan dari traffic adalah berdasarkan logika probabilitas.

download file NICE


By: Pujo Dewobroto (Mikrotik.co.id)

Blok Traceroute Di mikrotik

Wednesday, December 1, 2010




traceroute adalah comand untuk mengetahui dimana kita lewat untuk menuju ke suatu web atau ip tertentu.
sebenernya comand ini sangat penting untuk mendeteksi dimana letak droplink dari komputer kita menuju ke web/ip
tersebut.namun bagi pengusaha rtrw/net adakalanya mereka tidak ingin klientnya mengetahui dimana mereka di lewatkan,apalagi bagi mereka yang menggunakan jasa speedy:)
nah ini ada tutorial sederhana memblok ip klient untuk tidak bisa melakukan comand traceroute

/ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp icmp-options=11:0 action=drop
/ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp icmp-options=3:3 action=drop

nb:letakkan rule ini di posisi paling atas pada ip firewall filter

berikut ini hasil tracert ke yahoo sebelum di block

C:\Documents and Settings\andre>tracert www.yahoo.com

Tracing route to www-real.wa1.b.yahoo.com [209.131.36.158]
over a maximum of 30 hops:

1 2 ms 2 ms 2 ms 10.62.73.69
2 3 ms 2 ms 2 ms 10.10.10.5
3 3 ms 3 ms 2 ms sby-ip-31-161.datautama.net.id [203.89.31.xx]
4 3 ms 3 ms 3 ms sby-international-gateway.datautama.net.id [203.
89.31.xx]
5 13 ms 13 ms 14 ms sby-international-jakarta.datautama.net.id [203.
89.31.xx]
6 20 ms 18 ms 14 ms 119.110.126.25
7 15 ms 15 ms 20 ms 119.110.112.245
8 28 ms 26 ms 29 ms 203.208.192.229
9 27 ms 28 ms 26 ms xe-1-0-0-0.sngtp-cr1.ix.singtel.com [203.208.183
.61]
10 235 ms 238 ms 233 ms so-2-0-2-0.plapx-cr2.ix.singtel.com [203.208.149
.242]
11 229 ms 230 ms 225 ms ge-6-0-0-0.plapx-dr2.ix.singtel.com [203.208.183
.166]
12 221 ms 223 ms 225 ms 203.208.168.246
13 224 ms 234 ms 226 ms ae0-p150.msr2.sp1.yahoo.com [216.115.107.73]
14 234 ms 229 ms 225 ms te-9-1.bas-a2.sp1.yahoo.com [209.131.32.23]
15 224 ms 225 ms 224 ms f1.www.vip.sp1.yahoo.com [209.131.36.158]
Trace complete.

dan inilah hasil tracert ke yahoo setelah di block

C:\Documents and Settings\andre>tracert www.yahoo.com

Tracing route to www-real.wa1.b.yahoo.com [209.131.36.158]
over a maximum of 30 hops:

1 2 ms 2 ms 2 ms 10.62.73.69
2 * * * Request timed out.
3 * * * Request timed out.
4 * * * Request timed out.
5 * * * Request timed out.
6 * * * Request timed out.

semoga artikel ini bisa membantu

menerima setting jaringan internet wireless dll

hallo indonesia